|
Bersamaan dengan Training FINON, Perpamsi Banten juga menggelar Training GIS diruangan terpisah. Training diikuti berbagai PDAM tidak hanya dari Perpamsi Banten namun diikuti pula oleh beberapa PDAM lain di Indonesia seperti PDAM Kota Pekalongan, PDAM Kab. Kotawaringin Timur, PDAM Kab. Madiun, PDAM Kab. Kendal, PDAM Kota Tarakan
Instruktur training ini berasal dari Tim GIS Perpamsi Banten. Training difokuskan pada metode pengelolaan jaringan pipa PDAM, aplikasi GIS AQUARTA, Penerapan GIS di PDAM serta gambaran umum Tim GIS Perpamsi Banten.
Training GIS dilaksanakan mengingat GISÂ sangat penting bagi PDAM karena berperan untuk memetakan gambar jaringan pipa dan pelanggan dalam peta digital dilengkapi dengan database pipa seperti jenis, diameter, tahun pemasangan, kondisi pipa dan lain-lain, sementara untuk gambar pelanggan dapat diketahui posisi dan status pelanggan sehingga membuat data jaringan pipa dan pelanggan lebih akurat, efektif dan efisien. |
Peserta training diperkenalkan mengenai betapa pentingnya GIS diterapkan di PDAM. GIS difokuskan pada inventarisasi seluruh data jaringan pipa PDAM yang tertanam dalam tanah. Dapat dibayangkan bahwa sebagian besar aset berharga PDAM berbentuk jaringan pipa, dan tentu saja ini membutuhkan suatu media penyimpanan arsip data tersebut secara baik, sehingga mempermudah dalam pemenuhan kebutuhan dikemudian hari. Namun hal ini tidak sejalan dengan kondisi riil di PDAM dimana masih kurang diperhatikannya data tersebut, lembaran gambar as built drawing yang tidak tersimpan secara baik, buram, rusak dan hilang, kurangnya monitoring dan evaluasi terhadap kondisi jaringan pipa serta kurang terpenuhinya kebutuhan akan data jaringan pipa dan lokasi pelanggan secara maksimal. Berdasarkan pengalaman penerapan GIS dan manfaat yang telah dirasakan di beberapa PDAM di Propinsi Banten, maka pada kesempatan training Instruktur mencoba menekankan bahwa sudah saatnya GIS "Wajib" diterapkan di PDAM.
Dari beberapa diskusi dengan peserta, sebenarnya ada beberapa PDAM peserta yang pernah memiliki aplikasi GIS, namun karena kurangnya komitmen serta perhatian baik dari Manajemen maupun pegawai PDAM dibagian tersebut, akhirnya aplikasi GIS ini untuk sementara tidak dijalankan. Hal ini tentu saja amat disayangkan mengingat modal awal yang telah terbangun harus terhenti padahal sudah banyak investasi yang dikeluarkan dan data yang diolah. Harapannya setelah training ini aplikasi GIS dapat dihidupkan lagi.
Pada acara penutupan training, Subekti selaku Ketua DPD Perpamsi Banten berharap hasil training ini dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya GIS bagi PDAM dan semoga aplikasi GIS ini dapat segera diterapkan di PDAM masing-masing. |