Berita
 
Training GIS, berikan gambaran pentingnya pengelolaan Jaringan Pipa PDAM
21 Desember 2011- Sekretariat
   

Bersamaan dengan Training FINON, Perpamsi Banten juga menggelar Training GIS diruangan terpisah. Training diikuti berbagai PDAM tidak hanya dari Perpamsi Banten namun diikuti pula oleh beberapa PDAM lain di Indonesia seperti PDAM Kota Pekalongan, PDAM Kab. Kotawaringin Timur, PDAM Kab. Madiun, PDAM Kab. Kendal, PDAM Kota Tarakan

Instruktur training ini berasal dari Tim GIS Perpamsi Banten. Training difokuskan pada metode pengelolaan jaringan pipa PDAM, aplikasi GIS AQUARTA, Penerapan GIS di PDAM serta gambaran umum Tim GIS Perpamsi Banten.

Training GIS dilaksanakan mengingat GIS  sangat penting bagi PDAM karena berperan untuk memetakan gambar jaringan pipa dan pelanggan dalam peta digital dilengkapi dengan database pipa seperti jenis, diameter, tahun pemasangan, kondisi pipa dan lain-lain, sementara untuk gambar pelanggan dapat diketahui posisi dan status pelanggan sehingga membuat data jaringan pipa dan pelanggan lebih akurat, efektif dan efisien.

 

Kebutuhan GIS bagi PDAM "Wajib"

Peserta training diperkenalkan mengenai betapa pentingnya GIS diterapkan di PDAM. GIS difokuskan pada inventarisasi seluruh data jaringan pipa PDAM yang tertanam dalam tanah. Dapat dibayangkan bahwa sebagian besar aset berharga PDAM berbentuk jaringan pipa, dan tentu saja ini membutuhkan suatu media penyimpanan arsip data tersebut secara baik, sehingga mempermudah dalam pemenuhan kebutuhan dikemudian hari. Namun hal ini tidak sejalan dengan kondisi riil di PDAM dimana masih kurang diperhatikannya data tersebut, lembaran gambar as built drawing yang tidak tersimpan secara baik, buram, rusak dan hilang, kurangnya monitoring dan evaluasi terhadap kondisi jaringan pipa serta kurang terpenuhinya kebutuhan  akan data jaringan pipa dan lokasi pelanggan secara maksimal. Berdasarkan pengalaman penerapan GIS dan manfaat yang telah dirasakan di beberapa PDAM di Propinsi Banten, maka pada kesempatan training Instruktur mencoba menekankan bahwa sudah saatnya GIS "Wajib" diterapkan di PDAM.

Dari beberapa diskusi dengan peserta, sebenarnya ada beberapa PDAM peserta yang pernah memiliki aplikasi GIS, namun karena kurangnya komitmen serta perhatian baik dari Manajemen maupun pegawai PDAM dibagian tersebut, akhirnya aplikasi GIS ini untuk sementara tidak dijalankan. Hal ini tentu saja amat disayangkan mengingat modal awal yang telah terbangun harus terhenti padahal sudah banyak investasi yang dikeluarkan dan data yang diolah. Harapannya setelah training ini aplikasi GIS dapat dihidupkan lagi.

Pada acara penutupan training, Subekti selaku Ketua DPD Perpamsi Banten berharap hasil training ini dapat memberikan gambaran mengenai pentingnya GIS bagi PDAM dan semoga aplikasi GIS ini dapat segera diterapkan di PDAM masing-masing.

 
  Berita Lain
Perpamsi Banten belajar bidang Umum ke PDAM Tirta Musi Kota Palembang
Diseminasi hasil Training Manajemen, berbagi ilmu dari Waternet Belanda
Direktur PDAM se-Banten timba ilmu Water Management di Amsterdam
Perpamsi Banten terima kunjungan Wateropleidingen Belanda dan Delft University
Tim Waternet bagi ilmu hidrolis aplikasi Epanet ke Bagian Teknik PDAM TKR
Tim GIS Waternet sebarkan software GIS di Perpamsi Banten
Tim GIS Perpamsi Banten sebarkan ilmu GIS di DPD Perpamsi Jambi dalam South Exchange 3
Board of Director Waternet berkunjung ke Perpamsi Banten
Tim GIS Perpamsi Banten sebarkan ilmu GIS di DPD Perpamsi Kalimantan Timur dalam South Exchange 2
Studi banding Perpamsi Banten ke PDAM Kab. Sidoarjo, PDAM Kota Surabaya dan PDAM Kota Malang
Perdalam bidang GIS, Perpamsi Banten kirim Tim GIS ke Waternet Amsterdam