RAGAM INFORMASI
 
     
 
Laporan Kegiatan  
     
 
Tarif Dasar Air  
     
 
Twinning Programme  
     
 
Training & Seminar  
     
 
Ilmu & Teknologi  
     
 
Hubungi Kami  
     
 
  Kota Tangerang  
       
 
Letak Kota Tangerang Secara gafis Kota Tangerang terletak pada posisi 106º 36’ - 106º 42’ Bujur Timur (BT) dan 6º 6’ - 6º Lintang Selatan (LS). Letak Kota Tangerang tersebut sangat strategis karena berada di antara Ibukota Negara DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang. Sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 1976 tentang Pengembangan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi), Kota Tangerang merupakan salah satu daerah penyangga Ibukota Negara DKI Jakarta.
 
       
 
Posisi Kota Tangerang tersebut menjadikan pertumbuhannya pesat. Pada satu sisi wilayah Kota Tangerang menjadi daerah limpahan berbagai kegiatan di Ibukota Negara DKI Jakarta. Di sisi lain Kota Tangerang dapat menjadi daerah kolektor pengembangan wilayah Kabupaten Tangerang sebagai daerah dengan sumber daya alam yang produktif.
 
       
 
Pesatnya pertumbuhan Kota Tangerang dipercepat pula dengan keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sebagian arealnya termasuk ke dalam wilayah administrasi Kota Tangerang. Gerbang perhubungan udara Indonesia tersebut telah membuka peluang bagi pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa secara luas di Kota Tangerang.
 
       
 
Pembangunan Kota Tangerang secara makro berpijak pada kebijaksanaan pembangunan berdasarkan prioritas tahapan Repelita dimulai sejak Pelita I sampai dengan Pelita V. Selain bertitik tolak dari prioritas tersebut, ada beberapa faktor pendorong dan faktor penarik diantaranya berdasarkan undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 Kota Tangerang ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten, pesatnya pertumbuhan ekonomi yang memungkinkan dapat memperbaiki kualitas kehidupan, masih banyak tersedianya sumber daya alam sehingga dapat menarik investor yang dapat menyerap lapangan kerja baru.
 
       
 
Sedangkan dalam lingkup Jabotabek sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 1976, Tangerang termasuk wilayah pengembangan Jabotabek yang dipersiapkan untuk mengurangi ledakan penduduk DKI Jakarta, mendorong kegiatan perdagangan dan industri yang berbatasan dengan DKI Jakarta, mengembangkan pusat-pusat pemukiman dan mengusahakan keserasian pembangunan antara DKI Jakarta dengan daerah yang berbatasan langsung.
 
       
 
Perkembangan perekonomian pada saat ini menunjukan nilai investasi dari PMA dan PMDN begitu tinggi. Perkembangan tersebut didorong pula oleh perkembangan wilayah yakni dengan adanya Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta dan Jalan Bebas Hambatan (Jalan Toll, Access Road). Melihat indikator pertumbuhan kota dengan faktor pengaruh yaitu faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor), menurut pengelolaan serta pengendalian urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang lebih cepat dan terarah agar pelayanan masyarakat berjalan lebih baik. Dalam hal ini seyogyanya Kota Administratif Tangerang dikembangkan menjadi daerah otonom.
 
       
  Penduduk  
 
Pertumbuhan penduduk Kota Tangerang melaju begitu tinggi. Hal ini terlihat pada data yang dituangkan dalam Rencana Umum Kota Tangerang (Perda Nomor 4 tahun 1985) Kota Administratif tangerang dapat menampung 850.000 jiwa. Menurut sensus tahun 1990 penduduk Kota Tangerang telah mencapai 921.848 jiwa.
 
       
 
Lonjakan jumlah penduduk disebabkan terutama karena kedudukan dan peranan Kota Tangerang sebagai darah penyangga DKI Jakarta (hinterland cirty). Sebagai konsekuensinya, Kota Tangerang menjadi konsentrasi wilayah pemukiman penduduk dan menjadi tempat kegiatan perdagangan terutama pada sektor industri. Perkembangan sektor perdagangan dan industri di kawasan ini memancing derasnya arus imigrasi sirkuler penduduk. Dilihat dari pertumbuhan penduduk dan dibandingkan dengan jumlah penduduk beberapa Kota di Jawa Barat, Kota Tangerang jauh lebih tinggi.
 
       
  Pemerintahan     
  Walikota : Drs. H. Wahidin Halim, MSi  
  Wakil Walikota : Drs. H. Dedi Syafei  
       
 
Pelayanan Air Minum    
Tingkat pelayanan air minum di Kota Tangerang sekitar 24% yang dilayani oleh PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dan PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang serta 4 Pihak Swasta yaitu PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri, PT. Bintang Hytien Jaya, PT. Tirta Tangerang Manunggal, PT. Cilamaya Subur.
     
 
       
 
 
 
Kantor Pemerintah Kota Tangerang : Perkantoran Pemkot Tangerang, Kelurahan Sukarasa - Tangerang
 
       

 

 
     
WILAYAH
 
   
Kabupaten Tangerang  
   
Kota Tangerang  
   
Kabupaten Serang  
   
Kabupaten Pandeglang  
   
Kabupaten Lebak  
   
Kota Cilegon  
   
Kota Serang  
     
     
   
     
 
.