Berita
 
Sosialisasikan Twinning Programme, Perpamsi Banten gelar jumpa press
3 Desember 2010 - Sekretariat
     
  Guna sosialisasikan hasil kegiatan Twinning Programme yang selama ini dilakukan, Perpamsi Banten selenggarakan jumpa press dengan sejumlah media massa terkenal di Indonesia yaitu Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily dan Antara bertempat di Hotel Aryaduta 2 kasawan Semanggi Jakarta tanggal 3 Desember 2010. Hadir dari Perpamsi Banten Subekti, H. Achmad Rohendi, Cornelia Retnosutarjati, H. Agus Hikmat, M. Nasir GM Teknik PDAM Kab. Serang dan Ahmad Rizal ini memaparkan kronologis dan progress kegiatan kerjasama Capacity Building yang dilaksanakan dengan Waternet ini sejak tahun 2000 sampai tahun 2010. Bidang-bidang strategispun dipilih untuk diimplementasikan di PDAM se-Banten dengan Waternet sebagai technical supportnya. Dijelaskan juga bahwa pembiayaan kerjasama ini diberikan oleh VNG International sebuah assosiasi kotapraja di Belanda yang banyak melaksanakan kerjasama di beberapa negara di dunia seprti Mesir, Aruba, Suriname, Palestina dan lain-lain, namun kerjasama Perpamsi Banten dengan VNG International ini akan berakhir tahun 2010. Banyak progress yang diraih selama pelaksanaan Twinning ini seperti terpetakannya jaringan pipa dalam aplikasi GIS, dimana jaringan pipa ini hampir 60% merupakan aset terbesar PDAM namun kondisinya banyak yang diketahui mengingat posisinya berada dalam tanah, dengan aplikasi GIS ini maka seluruh jaringan pipa di PDAM se-Banten dapat terinventarisir secara baik dan menjadi bahan bagi Asset Management.
 

Bidang lainnya yang menjadi perhatian Perpamsi Banten adalah UFW/NRW yang melaksanakan kegiatan penurunan tingkat kehilangan air. Kondisi kehilangan air di Indonesi cukup memprihatinkan dengan tingkat kehilangan rata-rata 38%, dimana untuk PDAM di Propinsi Banten berada pada kisaran 30%. Ini masih diatas rata-rata nilai kehilangan yang ditetapkan pemerintah yaitu 20%. Tentu saja ini membutuhkan perhatian serius untuk pencapaiannya. Untuk itu Perpamsi Banten menerapkan sistim UFW/NRW dimana hasil yang dicapai cukup signifikan walaupun baru dalam kisaran pilot project. Ketua Perpamsi Banten menuturkan dibeberapa PDAM seperti PDAM Kabupaten Pandeglang dan PDAM Kab. Tangerang mampun menurunkan tingkat kehilangan air di satu area pilot project yang terdiri dari 100 sampai 200 SL dari 60% menjadi 10% bahkan dibawah itu. Bidang lainnya yang menjadi konsentrasi adalah Resources atau monitoring dan evaluasi sumber air baku. Di Propinsi Banten terdapat tiga sungai besar yaitu sungai Cisadane, sungai Cidurian dan sungai Ciujung yang menjadi area pilot project Tim Resources untuk di teliti. Hasilnya cukup mencengangkan ketika diketahui bahwa di ketiga sungai tersebut memiliki tingkat kualitas dan kuantitas air yang buruk, tinggi kandungan coli, BOD dan COD nya sehingga diperlukan pengolahan extra oleh PDAM. Bidang Process dijelaskan sebagai bidang yang mengelola Instalasi Pengolahan Air. Hampir lebih kurang 40-an IPA tersebar di Propinsi Banten dengan berbagai macam karaktek pengolahan yaitu modern dan konvensional. Buruknya kondisi air baku tentu saja berpengaruh pada proses pengolahannya terutama tingginya penggunaan bahan kimia sehingga menyebabkan tingginya cost produksi. Saat ini tengah dilakukan proses evaluasi pengolahan oleh Tim Process Perpamsi Banten dan Waternet.

Bidang lainnya yang menjadi perhatian utama adalah MasterPlan penyediaan air minum di Propinsi Banten tahun 2008-2023 yang disusun oleh seluruh PDAM dan Mitra Swasta. Salah satu sasaran dalam kajian MasterPlan ini adalah rencana penggunaan air baku yang saat ini tengah dirancang oleh Pemerintah berupa pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak dengan kapasitas 50.000 liter/detik untuk supplai air baku bagi PDAM di Banten, sebagia Jawa Barat seperti Bogor dan DKI Jakarta. Menyikapi hal ini, Perpamsi Banten mencita-citakan penyediaan air baku tersebut dengan konsep Regionalisasi, yaitu konsep pengelolaan secara bersama-sama oleh seluruh operator air minum di Propinsi Banten. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat efisensi dan efekstivitas serta kemudahan dalam pengelolaannya. Kedepannya regionalisasi ini akan dicoba diterapkan dalam Manajemen. Sebagai contoh perbandingan pengelolaan manajemen secara regionalisasi di Belanda dengan di Indonesia adalah bahwa dahulu di Belanda terdiri dari ratusan perusahaan air minum yang tersebar di setiap wilayah administratif, namun saat ini perusahaan-perusahaan tersebut di merger satu sama lain sehingga saat ini hanya terdapat 13 perusahaan air minum saja dan saat ini perusahaan tersebut terbukti berkembang cukup pesat, berbeda sekali dengan yang terjadi di Indonesia dimana setiap wilayah terutama wilayah pemekaran di bentuk PDAM baru. Format perusahaan pun akan coba di tawarkan kepada pemerintah Propinsi Banten yang saat ini berbentuk Perusahaan Daerah menjadi holding company, alasannya dengan menjadi holding company perusahaan akan lebih mudah dan lincah dalam menentukan konsep manajemen dan pengembangan pelayanan serta membuka banyak pihak seperti investor untuk berperan serta dalam perusahaan sehingga percepatan pelayanan terhadap masyarakat akan lebih mudah diwujudkan.

 
Belajar budaya kerja

Masih dalam penjelasannya, Ketua Perpamsi Banten menerangkan ada hal positif lainnya dibalik bidang-bidang yang dikerjasamakan yaitu Perpamsi Banten bisa belajar mengenai budaya kerja yang ada di Waternet. Kedisiplinan tinggi, integritas, efektivitas dan tepat waktu adalah beberapa contoh yang selalu dijunjung tinggi oleh pegawainya.

Selanjutnya diharapkan dengan jumpa press ini rekan media dapat turut menyebarkan konsep kerjasama capacity building bidang air minum di Banten sehingga semakin banyak masyarakat yang tahu dan mengerti kondisi PDAM di Banten saat ini serta pola peningkatan kinerja yang dilakukan oleh manajemen PDAM dan Perpamsi Banten, selain itu untuk menarik pihak lain yang bergerak dalam capacity building bidang air minum baik lokal maupun internasional untuk mencoba bekerjasama dengan Perpamsi Banten dalam tindak lanjut Twinning Programme ini.

 
  Berita Lain
Direktur PDAM se-Banten timba ilmu Water Management di Amsterdam
Perpamsi Banten terima kunjungan Wateropleidingen Belanda dan Delft University
Tim Waternet bagi ilmu hidrolis aplikasi Epanet ke Bagian Teknik PDAM TKR
Tim GIS Waternet sebarkan software GIS di Perpamsi Banten
Tim GIS Perpamsi Banten sebarkan ilmu GIS di DPD Perpamsi Jambi dalam South Exchange 3
Board of Director Waternet berkunjung ke Perpamsi Banten
Tim GIS Perpamsi Banten sebarkan ilmu GIS di DPD Perpamsi Kalimantan Timur dalam South Exchange 2
Studi banding Perpamsi Banten ke PDAM Kab. Sidoarjo, PDAM Kota Surabaya dan PDAM Kota Malang
Perdalam bidang GIS, Perpamsi Banten kirim Tim GIS ke Waternet Amsterdam
 
 
   
         
  Sekretariat : Jl. Kisamaun No. 204 Tangerang 15118 Banten - Indonesia. Telp./Fax. 62 21 55794821