DPD Perpamsi Banten yang terdiri dari 56 atlet dan mengikuti seluruh cabang oleh raga inipun melaksanakan pertandingan dengan penuh percaya diri dan perjuangan yang gigih. Walaupun kondisi lokasi antar cabang olah raga yang berjauhan dan jarak tempuh yang penuh kemacetan tapi tidak membuat semangat atlet surut. Pertandingan demi pertandingan diikuti walaupun di penghujung kompetisi masih belum berhasil meraih kemenangan. Tim Futsal Banten berhasil meraih kemenangan di babak penyisihan melawan Tim Futsal Papua walaupun dalam 2 pertandingan lain dikalahkan oleh Tim Futsal Jawa Tengah dan Tim Futsal Jawa Timur. Tim Bulutangkis harus mengakui kehebatan Tim Bulutangkis Jambi melalui pertandingan ganda putra dan ganda putri. Tim Bola voli yang bertanding pertama kali melawan Jawa Tengah mampu memberikan kemenangan di set pertama namun harus mengakui juga kehebatan Tim lawan dengan merelakan 3 set selanjutnya dikuasai oleh Tim Jawa Tengah yang jauh lebih muda dari faktor usia. Perjuangan Tim Bola Voli harus terhenti di pertandingan selanjutnya dengan ditundukan oleh Tim Bola Voli Jawa Barat dan Jambi.
Hasil dari lapangan tenis pun memiliki cerita yang sama, dihari pertama Tim Tenis Lapangan mampu menundukan Tim Tenis lapangan Perpamsi Sumatera Utara namun dihari kedua Tim Tenis mampu ditundukan oleh Tim Tenis Jawa Timur. Cabang olah raga Tenis Meja memilih untuk walk out ketika ofisial dari Banten menuntut adanya transparasi pemain dari tim lawan dengan tidak dilengkapi identitas sesuai persyaratan. Pertandingan yang terhenti sekitar 1 jam dari jawal yang ditetapkan tidak menghasilkan keputusan apa-apa atas komplain tim Banten, karena Panitia tetap memutuskan pemain lawan dapat tetap bertanding. Ini suatu catatan penting bagi Perpamsi untuk lebih meningkatkan mekanisme persyaratan peserta.
Atlet Catur mampu menunjukan eksistensinya dengan menduduki peringkat 5 dari 29 peserta. 5 Pertandingan mampu dilampaui dengan menundukan lawan-lawannya. Perlombaan vokal yang diikuti oleh 2 orang peserta putra putri hanya mampu sampai babak penyisihan.
Walaupun pada POR Perpamsi II ini Tim Perpamsi Banten belum berhasil meraih medali, namun eksistensi dan partisipasi atlet maupun non atlet diharapkan mampu memberikan warna tersendiri bagi perhelatan yang dilaksanakan selama 4 tahun sekali ini. Bercermin dari hasil di Bali, DPD Perpamsi Banten kedepannya berkonsentrasi dalam pembinaan dan pemusatan latihan atlet sehingga untuk POR Perpamsi yang akan datang Tim Perpamsi Banten akan lebih siap dan diharapkan mampu meraih medali. Maju terus olah raga di Perpamsi Banten! |